Sebuah Dilema Moral yang Tidak Pernah Berhenti

Pernahkah Anda mendengar isi dari Perda No. 8 tahun 2007? Mungkin bagi kebanyakan warga Jakarta, minimal sudah mengetahui akan adanya Perda baru tersebut. Tapi apakah Perda itu berjalan dengan semestinya dan apakah para petugas keamanan yang berwenang sudah menegakkan kedisiplinan terhadap pelanggar Perda tersebut?

Perda No 8 tahun 2007 berisi tentang larangan untuk mengemis dan meberi sedekah kepada pengemis merupakan pengganti dari Perda No.11 tahun 1988 yang telah dianggap tidak memadai. Diputuskannya Perda tersebut oleh Rapat Paripurna DPRD DKI menimbulkan banyaknya kontroversial di antara warga masyarakat. Baik dari warga Jakarta sendiri, maupun dari luar Jakarta. Tidak akan pernah terbayang jika semua warga DKI Jakarta taat peraturan. Sebab, akan banyak gepeng (gelandangan dan pengemis, red) yang berpindah lokasi, mungkin saja ke kota Depok atau Bogor, dan tentu saja jumlah gepeng  yang ada di kota-kota luar Jakarta akan bertambah. Belum lagi akan ada banyaknya orang-orang tidak mampu yang akan tinggal di bawah kolong jembatan, bantaran kali, ataupun trotoar jalan yang tinggal menunggu ajal karena tidak mempunyai uang untuk membeli keperluan sehari-hari mereka.

Tentu saja hal ini kemudian menjadi sebuah dilema moral yang tidak akan pernah berhenti. Di satu sisi, kita sebagai sesama umat manusia yang memiliki akhlak dan budi pekerti diwajibkan untuk membantu mereka yang berkekurangan. Tapi di sisi lain, ketika kita memberikan bantuan, yang sering kali berupa uang, semata-mata akan hanya menjadikan para gepeng semakin malas untuk bekerja dan justru tingkat pertambahan gepeng akan semakin meningkat. Dilema itu juga akan semakin besar ketika kita melihat pengemis yang sudah renta, anak-anak yang seharusnya bersekolah tapi berkeliaran di gerbong-gerbong kereta api, dan gepeng yang memiliki keterbatasan fisik.

Ketika hari ini saya pulang dengan kereta api, saya melihat keadaan sekitar yang bisa dibilang cukup menyedihkan. Lantai gerbong kereta api yang basah (dikarenakan hari ini turun hujan) dilalui oleh banyak sekali pengemis yang meminta sedekah dari para penumpang kereta api.  Ada yang memberi sedekah ada juga yang tidak memberi sedekah, termasuk saya. Saya sendiri tidak tahu alasan penumpang kereta api tidak memberikan sedekah, karena saya tidak mewawancarai mereka. Namun bagi saya pribadi, alasan saya tidak memberik sedekah adalah karena saya tidak mau terlalu “memanjakan” mereka. Bagi mereka yang masih memiliki fisik yang baik seharusnya mereka lebih berusaha keras dalam mencari nafkah, meskipun mereka hanya bisa baca dan tulis serta memiliki sedikit keterampilan.

Dari pengalaman yang saya dapatkan setiap hari sebagai penumpag kereta api, tentu saja saya menemukan bahwa tidak berlakunya Perda No. 8 tahun 2008 karena alasan agama, moral, dan pemda yang tidak memfasilitasi gepeng untuk hidup secara mandiri (ada beberapa orang yang saya wawancarai pada saat itu di waktu dan hari yang berbeda). Selain itu, para penegak hukum yang berwenang-pun sepertinya tidak tega untuk menangkap para pelanggar Perda. Sebab selama beberapa bulan terakhir ini perda tersebut berlaku, tidak ada satu orangpun yang masuk penjara selama 6 bulan atau dikenakan sanksi sebesar 20 juta sesuai dengan ketentuan yang berlaku jika melanggar perda tersebut.

Dari hal tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa Perda No.8 tahun 2007 tidak sepenuhnya berlaku. Dari pihak petugas keamanan yang berwenang juga belum mampu menegakkan kedisiplinan dalam hal ini. Selain itu, hal mengenai memberikan sedekah kepada mereka juga masih menjadi sebuah dilema moral yang belum bisa atau mungkin tidak akan bisa berhenti bagi warga Jakarta.

Lalu bagaimana dengan Anda?

4 Comments (+add yours?)

  1. meltarisa
    Mar 14, 2008 @ 17:01:02

    Hari ini,
    seusai kuliah, tiba-tiba hujan turun saat gw masih dalam perjalanan pulang.
    Berlawanan dengan gw dan seorang teman yang langsung menyayangkan kejadian tersebut, dua orang anak laki-laki berlari riang menyambut hujan tersebut di bawah naungan payung mereka. Yep, this is the time for them! Ojek payung pasti laris manis di tengah hujan deras.
    Melihat gepeng ataupun anak-anak tadi,
    hati gw tersentuh oleh sebuah rasa yang sangat sulit digambarkan, apalagi dijelaskan.
    Gw sih berharap, apa yang dilakukan masyarakat dan pemerintah dalam menyikapi mereka tidak didasarkan pada landasan moral yang ‘semata karena peraturan’.
    Things done not passionately will come to a waste.. :’)
    It’s great having you thinking more about them.
    For whatever reasons, it’s where we set our own foot that firstly matters.

    Reply

  2. meltarisa
    Mar 14, 2008 @ 17:28:27

    Jadi inget,
    Mahatma Gandhi pernah bilang,
    “You must be the change you wish to see in the world.”

    Reply

  3. Anton H Biantoro
    May 08, 2008 @ 10:21:12

    Bermacam-macam pengemis, ada yang mengemis karena tak bisa kerja (cacat), ada yg mengemis karena tidak punya pekerjaan (nganggur), ada yang mengemis sebagai kerja sambilan (sambil nunggu panen), ada yang mengemis sebagai pekerjaan utama (sambilannya nyopet), ada yang mengemis untuk sesuap nasi (memang miskin), ada yang mengemis untuk sesuap berlian (ngemis proyek)…. he he he ….!
    Di China ada Partai Pengemis (Kay Pang) ….. di Indonesia tidak ada, tetapi ‘konon’ di Indonesia konon partai-partai nya yang gemar ‘mengemis’ ! Ah, bohong kaleee ….

    Reply

  4. Anton H Biantoro
    May 08, 2008 @ 10:21:32

    Bermacam-macam pengemis, ada yang mengemis karena tak bisa kerja (cacat), ada yg mengemis karena tidak punya pekerjaan (nganggur), ada yang mengemis sebagai kerja sambilan (sambil nunggu panen), ada yang mengemis sebagai pekerjaan utama (sambilannya nyopet), ada yang mengemis untuk sesuap nasi (memang miskin), ada yang mengemis untuk sesuap berlian (ngemis proyek)…. he he he ….!
    Di China ada Partai Pengemis (Kay Pang) ….. di Indonesia tidak ada, tetapi ‘konon’ di Indonesia partai-partai nya yang gemar ‘mengemis’ ! Ah, bohong kaleee ….

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: