Gitarku…Hidupku dan Jiwaku (2)

Setelah 6 bulan belajar gitar di sekolah musik AMI, saya kemudian mengikuti ujian gitar untuk grade 10. Sangat gugup dan takut, karena selain saya belum pernah mengetahui seperti apa ujian gitar di Yamaha, saya juga sebenarnya adalah seorang penderita neurotik, sehingga kecemasan yang sangat tinggi lebih menguasai saya pada saat itu. Tapi akhirnya saya berhasil melalui ujian grade 10 tersebut, meskipun tidak dengan nilai yang sangat baik (hanya seputar c-b saja).

Setelah menyelesaikan ujian grade 10, saya kembali melajutkan pelajaran saya dari buku 1a yang kemudian disambung dengan buku 1b. Ketertarikan dan kecintaan saya akan dunia gitar klasik semakin meningkat, karena lewat buku 1b saya lebih banyak mengenal komposer-komposer lagu klasik dan mempelajari lagu-lagu yang indah. Tapi, seperti yang sudah pernah saya tulis dalam posting yang sebelumnya, bahwa terkadang saya suka sangat malas untuk berlatih gitar (Namanya juga belajar, pasti kadang kala ada masa dimana kita merasa malas bukan?). Ketika saya bosan, saya selalu berpikir tentang keinginan saya untuk belajar gitar jazz, karena waktu pertama kali belajar gitar klasik, rencananya hanya akan sampai 6 bulan saja demi bisa membaca not balok. Tapi keinginan saya untuk keluar dari AMI selalu saja gagal. Bukan karena adanya pihak kedua atau ketiga yang melarang untuk keluar, tapi karena saya selalu merasa “sayang” dengan gitar klasik itu sendiri. Rasanya masih belum bisa berpisah dengan lagu-lagu klasik dan belajar gitar klasik.

Pada bulan September 2006 saya kembali mengikuti ujian kenaikan tingkat untuk grade 9. Pada saat itu saya baru memasuki masa penerimaan mahasiswa baru, sehingga saya harus menggeser jam ujian saya ke jadwal ujian yang paling sore agar saya bisa mengikuti ujian tersebut. Hasilnya adalah bahwa saya mengikuti ujian kenaikan tingkat grade 9 bersama dengan teman-teman yang mengikuti ujian kenaikan tingkat grade 6. Cukup mendebarkan, karena dijadikan satu dengan orang-orang yang sudah sangat jauh di atas saya. Tapi cukup menyenangkan juga, karena saya bisa melihat proses ujian grade 6 berlangsung, dimana jarang peserta ujian grade 9 bisa melihat proses ujian grade 6. Setelah lulus dari ujian tersebut, saya kembali meneruskan pelajaran saya. Tapi karena pada saat itu saya adalah mahasiswa baru yang masih harus sibuk mengatur jadwal kuliah dan membagi waktu antara kursus gitar klasik dan belajar, maka saya putuskan untuk vakum selama satu bulan dari AMI (karena time management saya kurang baik).

(to be continued)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: