Una Limosnita por El Amor de Dios

Una limosnita por el amor de Dios merupakan karya terakhir dari seorang komposer gitar klasik asal Paraguay, Agustín Pío Barrios atau lebih dikenal dengan nama Agustín Barrios Mangoré. Dalam bahasa inggris, una limosnita por el amor de Dios bisa diartikan sebagai berikut: “one alm or quarter for the love of God“. Lagu ini memiliki melodi indah sekaligus melankolis yang dituangkan dalam bentuk tremolo* oleh Mangoré.

Mangoré menghabiskan tahun-tahun terakhir kehidupannya di kota San Salvador, El Salvador, bersama dengan rekan dan murid-muridnya. Pada suatu sore, ketika selesai mengajar, pintu rumahnya diketuk oleh seorang pengemis tua yang meminta sedekah kepadanya. Pengemis itu berkata:

Una limosnita por el amor de Dios.

Mangoré yang merasa iba kepada pengemis tua itu kemudian memberikan uang. Ia merasa perlu membantu sesama untuk mencerminkan kasih Tuhan, apalagi saat itu ia merasa bahwa hidupnya sudah tidak akan lama lagi. Kata-kata dari pengemis tua itu kemudian menginspirasinya untuk membuat lagu Una Limosnita por El Amor de Dios. Dimana pada 2 bar pertama dari lagu tersebut menggambarkan ketukan pintu dari sang pengemis tua,  dan tremolo yang tertuang pada hapir seluruh lagu tersebut menggambarkan gema dari ketukan pintu yang selalu terngiang di dalam pikiran Maestro Mangoré.

Setelah lagu tersebut selesai dibuat, pencipta lagu La Catedral ini menghabiskan sisa hidupnya dalam ketenangan, perenungan diri, dan kesendirian. Sampai akhirnya, pada tanggal 7 Agustus 1944 Maestro Mangoré meninggal dunia karena serangan jantung, yang kemudian dimakamkan di Cementerio de Los Ilustres, San Salvador. Lagu ini, oleh murid-murid  Mangoré disebut El Ultimo Trémolo (The Last Tremolo) atau El Ultimo Cancion (The Last Song), karena memang merupakan lagu terakhir yang diciptakan oleh sang Maestro.  Masyarakat luas juga kemudian lebih mengenal judul lagu yang telah diberikan oleh murid-murid Mangoré dibandingkan dengan judul aslinya.

Ps: Dalam video di atas, El Ultimo Cancion dimainkan oleh David Russell, yang memiliki kemampuan luar biasa dalam menginterpretasi lagu ciptaan Mangoré tersebut. Permainan lain yang tak kalah indah adalah permainan dan interpretasi dari John Williams, yang videonya dapat dilihat di bawah. Dari kedua gitaris klasik tersebut, kita bisa merasakan sentuhan yang berbeda dari sebuah lagu ciptaan sang Maestro.

* : Sebuah teknik permainan gitar, yang bertujuan untuk memperpanjang durasi bunyi dari sebuah not tunggal (http://en.wikipedia.org/wiki/Tremolo)

~http://en.wikipedia.org/wiki/Agustín_Barrios~

~http://podsafeaudio.com/jamroom/bands/560/info_1990.php~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: