Logika atau Hati?

Bagi seorang pemusik, terkadang mungkin sering muncul pertanyaan  pada diri sendiri maupun kepada pengajar mereka. Manakah yang lebih penting dalam bermain musik,  hati atau logika? Kata hati di sini,  merujuk pada pemahaman akan penjiwaan seorang pemusik  dalam menginterpretasikan lagu yang ia mainkan, sementara logika lebih merujuk pada penguasaan teknik dan bagaimana sebuah lagu seharusnya dimainkan dengan benar. Namun dalam tulisan ini saya akan mengartikan kata hati  sebagai kesiapan hati seorang pemusik untuk bermain dan logika sebagai hasil pertimbangan akal pikiran.

Teringat akan sebuah pengalaman yang belum lama terjadi. Saya diajak  bermain biola dalam sebuah grup musik untuk sebuah acara yang akan diadakan pada tanggal 7 Desember mendatang. Bisa dikatakan bahwa saya adalah seorang pemula dalam hal bermain biola, karena baru belajar selama 1 tahun dan belum pernah bermain di depan umum. Teknik vibrato saja belum dikuasai dan masih bermain pada posisi I. Bisa terbayang kan bagaimana amatirnya saya? Pada awalnya saya sempat menolak ajakan tersebut dengan alasan saya tidak siap bermain seorang diri (tanpa pendamping yang lebih berpengalaman  atau tanpa di dampingi oleh guru saya). Tapi karena satu dan lain hal, termasuk alasan bahwa saya harus mencoba bermain dalam sebuah grup dan memulai ” jam terbang “, akhirnya saya memutuskan untuk menerima ajakan tersebut. Ketika menerima lembaran lagu yang akan dimainkan, bukan main terkejutnya saya. Karena ada beberapa not pada lagu tersebut yang sudah harus dimainkan pada posisi III. Langsung saja saya diskusikan dengan guru biola saya, apakah saya mampu bermain untuk acara tersebut dan mengejar teknik bermain posisi III. Saya menjelaskan secara kronologis ajakan tersebut dan alasan saya ketika menolak ajakan tersebut. Guru saya hanya berkata

Kalau dari hati belum siap, mending jangan main. Karena main musik tidak hanya sekedar logika yang jalan, tapi hati juga ikut berperan. Logika memang penting, tapi kalau dari hati gak siap?”

Mendengar perkataan guru saya, tiba-tiba saya sadar bahwa saya tidak bisa memaksakan kehendak  untuk bermain di acara tersebut meskipun sebenarnya saya sangat ingin mencoba hal itu. Dari segi teknik saya belum menguasai dan dari hati saya belum siap.

Akhirnya saya kembali menolak ajakan tersebut dengan alasan yang lebih kuat, bahwa saya belum menguasai teknik posisi III. Namun ternyata, kejadiannya tidak seperti yang saya duga. Saya menduga bahwa orang yang mengajak saya bermain akan dengan rela hati dan mengikhlaskan saya untuk tidak bermain, tapi orang tersebut ternyata dengan rela hati-nya menurunkan 1 oktaf agar saya dapat memainkan not-not yang tadinya tidak bisa saya mainkan. Entah apa yang harus saya lakukan, menerima ataukah tetap menolak karena “dari hati memang belum siap”. Membutuhkan 2 hari untuk menjawab tawaran tersebut, dan keputusan akhir adalah saya menerima ajakan bermain biola (Egois bukan? Orang belum siap, mau main demi ego ingin main)

Keputusan final sudah diambil dan tidak dapat mundur lagi. Jadwal penampilan sudah tinggal 1 hari dan latihan-pun sudah dijalankan . Saya terlalu menggunakan logika (yang tidak sepenuhnya berjalan karena ada ego yang sangat besar) dalam mengambil keputusan kemarin karena saya hanya memikirkan keuntungan  jika saya bermain di grup tersebut. Saya justru mengenyampingkan hati saya, bahwa sebenarnya saya belum siap bermain di depan umum. Nasi sudah menjadi bubur. Kita lihat saja, siapakah yang menang di sini, logika ataukah hati?

6 Comments (+add yours?)

  1. BJD TTHY
    Dec 06, 2008 @ 02:21:40

    emm , kalo menurut saya , tampil di tempat umum itu juga salah satu latihan loh , salam kenal yah😀

    Reply

  2. Jane Pietra
    Dec 07, 2008 @ 20:02:19

    @ BJD TTHY: Hehehe iyah bener juga sih, kalo bermain di tempat umum juga sebagai sarana latian…
    salam kenal juga…

    Reply

  3. Devina
    Jan 17, 2009 @ 13:42:51

    Boleh minta kontak number guru biolanya gak? lagi nyari nih

    Reply

  4. Jane Pietra
    Jan 17, 2009 @ 13:51:54

    @ Devina: Halo Devina, salam kenal…
    Boleh kok, namanya Stanley. Bisa dihububungi di 081932419003.

    Reply

  5. Devina
    Jan 17, 2009 @ 14:19:04

    thx bgt yah Jane. GImana dia ngajarnya? Oke gak?Trus ngomong2 gimana tampilnya kemarin ini?

    Reply

  6. Jane Pietra
    Jan 17, 2009 @ 15:30:32

    Penampilan kemarin itu sukses ternyata…hehehehe
    Di bawa enjoy aja… =p

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: